SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

Antisipasi Dampak Bencana, JOB Tomori Sosialisasikan Rencana Tanggap Darurat di Desa Masing

LUWUK, RADAR SULAWESI — JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi melaksanakan Sosialisasi Rencana Tanggap Darurat Kebencanaan di Desa Masing, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Masing tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara JOB Tomori, Basarnas Luwuk, BPBD, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Acara tersebut dihadiri oleh Field Senior Manager JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi Abidzar Akman, QHSE Senior Manager JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi Romy Irvan Prasetyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andi Rustam Petasiri, Kepala Basarnas Luwuk, Sekretaris BPBD, Kepala Desa Masing, Ketua BPD, serta masyarakat Desa Masing.

Field Senior Manager JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi, Abidzar Akman, menyampaikan bahwa Desa Masing memiliki sejumlah potensi risiko kebencanaan, salah satunya keberadaan jalur pipa serta berada di dekat wilayah pesisir.

Selain itu, wilayah Sulawesi juga memiliki potensi kegempaan yang cukup tinggi, sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.

Bangun Bangkep Tak Harus dari Luar Daerah, Rektor Unismuh Luwuk Dorong Kolaborasi Kampus Lokal

“Pada 2016 saya mulai bertugas di Banggai, tepatnya di Donggi Matindok. Kemudian pada 2018 terjadi gempa di Palu. Saat itu saya sempat mempertimbangkan langkah-langkah yang perlu dilakukan,” ujar Abidzar.

Menurutnya, dalam situasi bencana, kepanikan sering kali menghambat kemampuan seseorang untuk berpikir dan bertindak secara tepat. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat kondisi darurat.

“Dalam kondisi panik, kita sering kali tidak menyadari apa yang harus dilakukan. Karena itu, penting bagi kita untuk memahami tindakan yang tepat saat terjadi keadaan darurat,” jelasnya.

Abidzar berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Masing agar lebih tanggap dan siap dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

“Melalui sosialisasi ini, diharapkan kita semua dapat memahami langkah yang harus dilakukan. JOB akan senantiasa mendukung kegiatan seperti ini sesuai dengan moto ‘Siap untuk Selamat’,” katanya.

Visa Jepang Naik 5 Kali Lipat, Begini Cara ke Jepang Tanpa Bayar Visa

Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak mengharapkan terjadinya bencana, namun kesiapsiagaan harus tetap dibangun sejak dini agar masyarakat mengetahui tindakan yang tepat ketika kondisi darurat terjadi.

“Kita tentu tidak menginginkan bencana terjadi. Namun apabila itu terjadi, kita sudah siap dengan langkah-langkah yang harus dilakukan,” tegasnya.

Abidzar juga menambahkan bahwa bencana alam tidak dapat diprediksi secara pasti. Berbeda dengan risiko pada jalur pipa yang masih dapat diantisipasi melalui berbagai upaya pengamanan, kondisi geologis seperti gempa bumi tidak dapat diprediksi secara akurat.

Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana.

“Bencana tidak dapat diprediksi. Untuk jalur pipa, kita masih bisa melakukan berbagai upaya mitigasi. Namun untuk kondisi geologi seperti gempa, kita tidak dapat mengetahuinya secara pasti, sehingga kesiapsiagaan menjadi sangat penting. Sosialisasi ini diharapkan menjadi bekal bagi kita semua dalam menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.

Mobil Tangki Diduga “Kencing Sembarangan” di Luwuk, Dari SPBU hingga Pelabuhan, Dimana Peran APH?

Selain membahas kesiapsiagaan bencana, JOB Tomori juga menyiapkan langkah antisipatif terhadap dampak El Niño yang berpotensi menyebabkan musim kemarau dan kekeringan.

Perusahaan berencana menyiapkan pompa air (alkon) guna membantu memastikan lahan persawahan masyarakat tetap memperoleh pasokan air selama periode kekeringan.

Sementara itu, Kepala Desa Masing, Satuwo Andi Tahang, memaparkan kondisi wilayah dan masyarakat yang dipimpinnya.

Ia menyampaikan bahwa Desa Masing merupakan salah satu desa terluas di wilayah Sinorang dengan jumlah penduduk mencapai 1.939 jiwa yang tersebar dalam 561 kepala keluarga.

Dengan jumlah penduduk yang cukup besar, aspek keselamatan masyarakat menjadi salah satu prioritas utama. Sosialisasi tanggap darurat dan kesiapsiagaan bencana dinilai sebagai langkah awal yang penting, terlebih kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, JOB Tomori, dan instansi terkait.

“Saya berharap sosialisasi ini dapat memberikan edukasi kepada kita semua. Tidak ada yang tidak mungkin, sehingga kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris BPBD Kabupaten Banggai, Nurlaila Abdullah, menyampaikan materi mengenai mitigasi bencana.

Sementara itu, materi terkait potensi bahaya ledakan gas disampaikan oleh Safety Section Head JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi, Muhamad Fatoni.

Sebelum kegiatan dimulai, peserta juga melaksanakan doa bersama untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah terdampak bencana gempa bumi dan tsunami.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan simulasi penanganan bencana yang melibatkan masyarakat, aparat Desa Masing, serta pihak perusahaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami potensi bencana di wilayahnya, tetapi juga memiliki kesiapan dalam mengambil langkah yang tepat saat menghadapi kondisi darurat. ****

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement