LUWUK, RADAR SULAWESI – Pemandangan Kota Luwuk dan sekitarnya tampak samar-samar dan terlihat seperti tertutup kabut tebal atau mendung pada siang hari ini, Kamis 23 April 2026.
Fenomena cuaca tersebut menjadi perhatian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Luwuk memberikan penjelasan terkait kejadian ini.
Menurut keterangan BMKG Luwuk, fenomena yang terjadi bukanlah kabut biasa atau hujan, melainkan kondisi yang disebut Haze.
“Fenomena ini dalam meteorologi disebut Haze. Haze (udara kabur karena partikel udara kering),” tulis pihak BMKG Luwuk.
Menurut BMKG, Haze biasa muncul saat musim kemarau.
“Biasanya muncul di musim kemarau. Penyebabnya karena asap, polusi kendaraan/pabrik,” Jelasnya.
Apa itu Haze?
Haze adalah kondisi atmosfer di mana udara terlihat keruh atau buram akibat adanya partikel-partikel kering yang tersuspensi di udara. Berbeda dengan kabut yang mengandung uap air, Haze terbentuk dari partikel padat seperti debu, asap, serta polutan hasil emisi kendaraan bermotor dan industri.
Penyebab dan Karakteristik
BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini umumnya muncul pada musim kemarau. Kondisi cuaca yang cenderung stabil dan minim angin menyebabkan partikel-partikel polusi dan asap tidak mudah tersebar atau naik ke atmosfer yang lebih tinggi, sehingga menumpuk di lapisan udara rendah dan membuat jarak pandang menjadi terbatas.
Meskipun terlihat mendung atau berawan, kondisi ini tidak menandakan akan turun hujan, melainkan akumulasi dari berbagai jenis polutan di udara. ***

Komentar