MOROWALI, RADAR SULAWESI — Kabar duka menyelimuti jajaran Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Banggai dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali. Abdurrahman M. Tuki, pegawai Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Banggai yang sedang bertugas di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali, meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD Morowali.
Abdurrahman M. Tuki merupakan pegawai dengan jabatan JF Analis Muda pada Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Banggai.
Pada Kamis, 13 Agustus 2026, Abdurrahman dilarikan ke RSUD Morowali untuk mendapatkan perawatan medis. Sehari kemudian, Jumat, 14 Agustus 2026, ia dijadwalkan menjalani operasi pada malam hari.
Selama almarhum menjalani perawatan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali menugaskan petugas piket untuk berjaga di rumah sakit. Petugas tersebut bertugas memantau perkembangan kondisi kesehatan almarhum sekaligus membantu pihak keluarga.
Pascaoperasi, kondisi Abdurrahman mengalami penurunan kesadaran dan disertai demam dengan suhu tubuh mencapai 39 derajat Celsius. Kondisinya terus dipantau secara intensif oleh petugas Kantor Imigrasi Morowali bersama tim medis RSUD Morowali.
Berdasarkan laporan pemantauan terakhir pada Jumat, 21 Agustus 2026, kondisi almarhum tercatat dengan saturasi oksigen 94 persen, tekanan darah 81/41 mmHg, respiratory rate 26 kali per menit, suhu tubuh 39 derajat Celsius, serta kadar hemoglobin (Hb) yang sangat rendah, yakni 3 g/dL.
Dalam penanganan medis tersebut, almarhum telah mendapatkan transfusi darah sebanyak lima kantong dan tetap berada dalam pemantauan intensif tim medis RSUD Morowali.
Pada Jumat malam, 21 Agustus 2026, pihak Kantor Imigrasi Morowali telah berkoordinasi dengan pihak RSUD Morowali dan keluarga terkait rencana rujukan Abdurrahman ke RS Siloam Makassar. Namun, kondisi almarhum tidak memungkinkan untuk dilakukan rujukan karena telah mengalami penurunan kesadaran.
Abdurrahman M. Tuki akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 11.24 WITA.
Jenazah almarhum selanjutnya direncanakan disemayamkan di rumah duka sebelum diberangkatkan ke Gorontalo.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali akan turut mengantarkan jenazah almarhum ke Gorontalo. Selain itu, direncanakan pula pelaksanaan upacara kedinasan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Dikenal Sosok Baik dan Peduli
Di mata rekan kerja dan orang-orang yang mengenalnya, Abdurrahman M. Tuki dikenal sebagai sosok yang baik, pekerja keras, santun, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Kepedulian tersebut tidak hanya ditunjukkan dalam lingkungan pekerjaan, tetapi juga kepada masyarakat yang membutuhkan. Salah satu perhatian almarhum yang dikenal luas adalah kepeduliannya terhadap anak-anak panti asuhan.
Almarhum juga dikenal sebagai sosok yang taat beribadah. Sikap santun, kepedulian terhadap sesama, serta ketekunannya dalam menjalankan tugas menjadi bagian dari sosok Abdurrahman yang dikenang oleh keluarga dan rekan-rekannya.
Kepergian Abdurrahman M. Tuki menjadi duka bagi keluarga besar Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Banggai maupun Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, serta jajaran Imigrasi di wilayah Sulawesi Tengah.
Selamat jalan, Abdurrahman M. Tuki. Dedikasi, kebaikan, dan kepedulianmu akan selalu dikenang. ***









Komentar