SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

Ganda-Ganda Jadi Lokasi Pengembangan Zero Waste Maggot dan Budikdamber

MORUT RADAR SULAWESI, Id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Sub Unit Desa Ganda-Ganda, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut), menggelar program kerja “Zero Waste Maggot” dan “Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber)” di Balai Desa Ganda-Ganda, belum lama ini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Morowali Utara dan dikemas dalam bentuk presentasi serta workshop interaktif bersama masyarakat. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa KKN-PPM UGM dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG 12, khususnya terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui penerapan konsep zero waste dan ekonomi sirkular.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perikanan Morowali Utara, Pitosmo Lameanda, SP., MP., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-PPM UGM yang menghadirkan program berbasis pemberdayaan masyarakat tersebut. Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik dan anorganik, tetapi juga memperkenalkan inovasi budidaya maggot sebagai pakan alternatif serta Budikdamber kepada masyarakat.“Kegiatan ini sangat kami apresiasi. Harapannya, ilmu dan keterampilan yang telah diberikan bisa diterapkan oleh ibu-ibu rumah tangga maupun masyarakat di rumah masing-masing,” ujar Pitos Lameanda.

Kegiatan tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, peternak unggas, dan peternak ikan. Melalui sesi workshop, masyarakat terlihat antusias mengikuti praktik budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) serta perakitan media Budikdamber dengan memanfaatkan galon bekas sebagai wadah. Antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan, mulai dari teknik budidaya maggot hingga pemanfaatannya sebagai pakan ikan dan unggas.

Liga Pelajar Askab Morut 2026 Resmi Bergulir, Ini Ajang Seleksi Menuju Porprov X Sulteng

Hal tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap teknologi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing. Salah seorang ibu rumah tangga, Syamsiah, mengatakan program tersebut memberikan pengetahuan baru yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengaku tertarik untuk mempraktikkan ilmu yang diperoleh dari kegiatan tersebut di rumah.“Banyak manfaat yang diperoleh. Saya berencana akan mengadopsi kegiatan ini di rumah,” katanya.

Program “Zero Waste Maggot” dan Budikdamber di Desa Ganda-Ganda diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan edukasi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga, tetapi juga mampu membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menerapkan pola hidup yang lebih berkelanjutan. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat mengoptimalkan limbah organik menjadi sumber daya yang bermanfaat, sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta produktif.

Selain program “Zero Waste Maggot” dan Budikdamber, mahasiswa KKN-PPM UGM Sub Unit Desa Ganda-Ganda juga melaksanakan sejumlah program kerja lainnya. Di antaranya Rancang Bangun Sistem Informasi Desa Berbasis Web Terintegrasi sebagai Media Publikasi Potensi Wilayah dan Digitalisasi Profil Desa Ganda-Ganda, Hydro-Bloom, serta Aethra Shield. Berbagai program tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta mendukung pengembangan potensi Desa Ganda-Ganda secara berkelanjutan. (*)

Cegah Karhutla, PT SJA2 Perkuat Patroli Bersama KPH Sinmar Poso

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement