MORUT RADAR SULAWESI,Id — Sebanyak 17 sekolah tingkat SMA/SMK/MA sederajat ambil bagian dalam Liga Pelajar ASKAB PSSI Morowali Utara 2026 Road to Porprov X Sulteng. Kompetisi yang memasuki tahun kedua pelaksanaannya ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pembinaan sepak bola usia pelajar di Morowali Utara.
Liga Pelajar ASKAB PSSI Morowali Utara 2026 tidak hanya menjadi ajang pertandingan antarsekolah untuk memperebutkan gelar juara. Kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari proses pencarian dan seleksi pemain muda yang dipersiapkan untuk memperkuat tim sepak bola Morowali Utara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Morowali Utara Dr dr Delis Julkharson Hehi Mars.
Pembukaan turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Sulteng Febriyanthi H, Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira K, Ketua DPRD Morowali Utara Hj. Warda Dg. Mamala, serta sejumlah anggota DPRD Morowali Utara, yakni Fanny Tampake, Ahliddin Haddade, Arman Marunduh dan Nur Islam Hidayat.
Turut hadir jajaran Forkopimda Morowali Utara, Kapolres Morowali Utara, Danramil 1311-03/Petasia, Kejaksaan Morowali Utara, jajaran OPD, perbankan, Perseroda Morowali Utara serta sejumlah perusahaan yang ikut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kompetisi. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap perkembangan olahraga, khususnya sepak bola pelajar di daerah.
Bupati Morowali Utara menyampaikan dukungannya terhadap ASKAB PSSI Morowali Utara yang terus mengembangkan pembinaan sepak bola melalui Liga Pelajar. Ia berharap kompetisi tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan mampu melahirkan pemain-pemain potensial yang dapat mengharumkan nama Morowali Utara. “Kami tentu mendukung kegiatan ASKAB PSSI. Semoga Liga Pelajar ini terus berjalan dan melahirkan pemain-pemain terbaik untuk Morowali Utara,” ujarnya.
Ketua ASKAB PSSI Morowali Utara, Arief Ibrahim, mengatakan Liga Pelajar merupakan bagian dari komitmen ASKAB dalam membangun pembinaan sepak bola sejak usia pelajar. Menurutnya, kompetisi tidak boleh hanya dipandang sebagai pertandingan untuk menentukan juara, tetapi juga harus menjadi ruang untuk menemukan talenta-talenta muda yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
“Liga Pelajar ini bukan hanya tentang menang dan kalah. Ini adalah bagian dari pembinaan sekaligus proses untuk menemukan pemain-pemain terbaik Morowali Utara,” ujar Arief. Ia menegaskan, tahun ini kompetisi memiliki target lebih besar karena hasil Liga Pelajar akan menjadi salah satu bagian penting dalam proses seleksi menuju Porprov X Sulteng.
Arief berharap seluruh pemain dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menunjukkan kemampuan terbaik, sekaligus menjaga disiplin, sportivitas dan mental bertanding. Ia juga mengapresiasi panitia, sekolah, official, pemain serta perangkat pertandingan yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kompetisi. Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada para wasit lokal Morowali Utara yang telah memiliki lisensi, termasuk sebagian wasit yang sebelumnya mengikuti kursus wasit C3 yang dilaksanakan ASKAB PSSI Morowali Utara.
Sementara itu, Wakil Ketua ASKAB PSSI Morowali Utara, Usman Ukas, menyampaikan apresiasi kepada 17 sekolah yang berpartisipasi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya diikuti 12 sekolah. Peningkatan peserta dinilai menjadi indikator semakin besarnya antusiasme terhadap pembinaan sepak bola pelajar. Dengan dukungan pemerintah daerah, sponsor, sekolah dan berbagai pihak, Liga Pelajar ASKAB PSSI Morowali Utara 2026 diharapkan tidak sekadar melahirkan juara antarsekolah, tetapi juga menemukan pemain-pemain terbaik yang siap membawa nama Morowali Utara pada Porprov X Sulteng.









Komentar