SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

Tugu Maleo Tanjung Pinalong, Jejak Nyata KKN Unismuh Luwuk di Desa Tangkop

BANGKEP, RADAR SULAWESI — Pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XL Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh Luwuk) di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) meninggalkan sebuah karya yang diharapkan dapat dikenang masyarakat.

Karya tersebut berupa Tugu Maleo Tanjung Pinalong yang berada di Desa Tangkop, Kecamatan Liang.

Tugu yang lahir dari kolaborasi mahasiswa KKN Unismuh Luwuk bersama Pemerintah Desa Tangkop itu resmi diresmikan oleh Bupati Banggai Kepulauan bersama Rektor Unismuh Luwuk.

Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa KKN sekaligus Pemerintah Desa Tangkop. Sebab, keberadaan tugu tidak hanya menjadi pelengkap kawasan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa selama menjalankan program pengabdian di tengah masyarakat.

Tugu Maleo Tanjung Pinalong mengangkat burung maleo sebagai bagian dari identitasnya. Maleo sendiri merupakan satwa khas Sulawesi yang memiliki nilai penting sebagai bagian dari kekayaan alam daerah.

Terkendala Pasokan Listrik, SPPG Mamosalato Tetap Suplai MBG ke 17 Sekolah dan 4 Posyandu

Kehadiran tugu tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas kawasan Tanjung Pinalong sekaligus menjadi pengingat bahwa potensi lokal dapat dikembangkan melalui kerja bersama.

Kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa juga memperlihatkan bahwa pelaksanaan KKN dapat menghasilkan karya yang tidak berhenti ketika masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Bagi mahasiswa, pembangunan tugu menjadi bagian dari pengalaman mengimplementasikan ilmu dan gagasan secara langsung di tengah masyarakat. Sementara bagi pemerintah desa dan masyarakat, tugu tersebut menjadi aset yang dapat terus dirawat dan dimanfaatkan sebagai bagian dari identitas Desa Tangkop.

Peresmian Tugu Maleo Tanjung Pinalong turut menandai berakhirnya salah satu rangkaian karya mahasiswa KKN Unismuh Luwuk Angkatan XL di Desa Tangkop.

Karya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi juga menjadi jejak kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun daerah dari tingkat desa.

Unismuh Luwuk dan Lapas IIB Luwuk Siapkan Jalan Pendidikan bagi Warga Binaan

Dengan demikian, kehadiran mahasiswa KKN di Desa Tangkop meninggalkan sesuatu yang lebih dari sekadar program kerja. Ada karya yang berdiri, ada kolaborasi yang terbangun, dan ada harapan agar pengabdian tersebut tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement