LUWUK, RADAR SULAWESI — Masa pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Berkemajuan (KKN-MB) Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh Luwuk) di Desa Tombiobong, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, akhirnya berakhir.
Namun, perpisahan tersebut tidak sekadar menjadi momentum untuk mengakhiri masa pengabdian. Suasana penuh keakraban dan haru mewarnai kegiatan yang mempertemukan mahasiswa KKN dengan pemerintah desa, masyarakat dan anak-anak di Tombiobong.
Selama berada di desa, mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat. Interaksi yang terjalin selama masa pengabdian membuat momen perpisahan terasa begitu emosional.
Sebagai bentuk kenang-kenangan sekaligus kepedulian, mahasiswa KKN turut menyerahkan sejumlah hadiah dan bantuan kepada anak-anak di Desa Tombiobong.
Bantuan tersebut menjadi salah satu bagian yang memberikan warna tersendiri dalam acara perpisahan. Bagi mahasiswa, pemberian itu bukan sekadar materi, tetapi menjadi bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka selama menjalankan KKN.
Anak-anak pun tampak antusias menerima hadiah dan bantuan yang diberikan. Senyum dan kebahagiaan mereka menjadi salah satu kenangan yang akan dibawa mahasiswa setelah meninggalkan lokasi pengabdian.
Kegiatan perpisahan tersebut sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan mahasiswa selama melaksanakan KKN-MB di Tombiobong.
Kehadiran mahasiswa selama masa KKN diharapkan tidak hanya memberikan manfaat melalui berbagai program kerja, tetapi juga meninggalkan hubungan baik dengan masyarakat.
Bagi mahasiswa, pengalaman hidup bersama masyarakat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran di luar ruang perkuliahan. Mereka belajar memahami kondisi masyarakat, bekerja bersama pemerintah desa, serta menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Sementara bagi masyarakat Desa Tombiobong, kehadiran mahasiswa KKN menjadi warna tersendiri dalam kehidupan desa selama masa pengabdian berlangsung.
Perpisahan akhirnya menjadi pertemuan terakhir sebelum mahasiswa kembali melanjutkan aktivitas akademik di kampus. Meski masa KKN telah selesai, berbagai pengalaman dan kenangan yang terbentuk selama berada di Tombiobong diharapkan tetap menjadi bagian yang tidak terlupakan.
Hadiah dan bantuan yang diserahkan kepada anak-anak pun menjadi simbol sederhana bahwa sebuah pengabdian tidak selalu diukur dari besarnya program yang dibuat.
Terkadang, perhatian kecil, kebersamaan dan kepedulian justru menjadi kenangan yang paling lama tinggal di hati masyarakat.
Dengan berakhirnya masa KKN-MB di Tombiobong, mahasiswa Unismuh Luwuk pun meninggalkan desa dengan membawa pengalaman, sementara masyarakat dan anak-anak melepas mereka dengan kenangan atas kebersamaan yang telah terjalin. ***









Komentar