SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

Gelar Kuliah Pakar, Unismuh Luwuk Banggai Kolaborasi dengan IPB University

LUWUK, RADAR SULAWESI – Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk bekerja sama dengan IPB University menggelar kegiatan Kuliah Pakar pada Rabu, 1 Juli 2026.

Acara yang berlangsung di Ruang Pascasarjana atau Ruang Ahmad Dahlan Kampus Hijau ini dibuka secara langsung oleh Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa. Dua narasumber ahli turut hadir, yaitu Ketua Peneliti IPB University (PKPT BIMA) Dr. Irzal Effendi, M.Si., dan Ketua Program Studi S3 Akuakultur IPB University Prof. Dr. Ir. Iis Diatin, MM.

Dekan FPP Unismuh Luwuk, Dr. Mustafa Abd Rahim, menyambut kedatangan kedua narasumber dari IPB University. Ia mengimbau peserta yang hadir untuk memanfaatkan momen ini sebaik mungkin:

“Harus lebih aktif dan interaktif. Jangan hanya duduk diam. Ini momen yang sangat penting dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Selain menambah wawasan sivitas akademika, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kurikulum fakultas. Ia juga menyampaikan: “Terima kasih kepada Pak Rektor yang telah hadir untuk membuka kegiatan kuliah pakar ini.”

Unismuh Luwuk dan Lapas IIB Luwuk Siapkan Jalan Pendidikan bagi Warga Binaan

Dalam sambutannya, Rektor Unismuh Luwuk Dr. Sutrisno K. Djawa mengapresiasi kesediaan narasumber hadir berbagi ilmu. Ia menyinggung penyampaian sebelumnya terkait tren minat masuk prodi Akuakultur:

“Di tengah kesibukannya, telah hadir untuk berbagi ilmu dan wawasan sesuai kepakaran di bidang pertanian yang lebih fokus pada akuakultur. Seperti yang disampaikan Ibu Prof tadi, bahwa saat ini minat masuk program studi Akuakultur mengalami penurunan secara nasional,” katanya.

Menurutnya, Kabupaten Banggai memiliki potensi besar di sektor akuakultur berkat wilayah pesisir dan kekayaan sumber daya lautnya, sehingga pengembangan bidang ini sangat strategis untuk ketahanan pangan maupun ekonomi daerah.

“Akuakultur sangat potensial, baik untuk ketahanan pangan maupun ekonomi,” ujarnya.

Kehadiran narasumber dari IPB University dinilai sebagai peluang berharga untuk bertukar gagasan. Ia pun menyoroti kontras antara potensi besar daerah dengan rendahnya peminat bidang ini:

Resmi Ditarik, 430 Mahasiswa KKN-MB Angkatan XL Unismuh Luwuk Kembali ke Kampus

“Kenapa peminat akuakultur masih kurang, padahal kebutuhan pangan terus meningkat. Ini yang perlu dicari solusinya bersama,” katanya.

Ia menegaskan perlunya sinergi antar perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah untuk mewujudkan pengembangan akuakultur yang berdampak nyata:

“Dengan kolaborasi tersebut, kita bisa memberikan kontribusi nyata melalui perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat,” ucapnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan ide kreatif dan memperkuat daya saing daerah:

“Bagaimana potensi di Banggai bisa dikembangkan. Kita harapkan outcome kegiatan ini dapat membuka cakrawala berpikir, menambah wawasan, serta melahirkan ide-ide kreatif sehingga kita mampu bersaing di tengah daya saing global,” katanya.

Rektor Unismuh Luwuk Apresiasi Pelaksanaan KKN-MB Angkatan XL

Di akhir sambutan, Rektor kembali berterima kasih kepada kedua narasumber:

“Terima kasih Ibu Prof dan Pak Doktor atas kesempatannya. Di tengah kesibukan, masih bisa hadir di tengah-tengah kita,” ucapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara FPP Unismuh Luwuk serta Universitas Muhammadiyah Luwuk dengan IPB University. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement