LUWUK, RADAR SULAWESI — Prestasi akademik membanggakan kembali ditorehkan dosen Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai. Hendra Jultrisno Rusman, S.Si., M.Si., berhasil meraih gelar doktor pada Program Studi Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Hendra yang merupakan dosen tetap Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Akhir Disertasi/Promosi Doktor yang digelar di Sekolah Pascasarjana Unhas, Makassar, Rabu (19/8/2026).
Dalam ujian tersebut, Hendra mengangkat penelitian berjudul “Teknologi Ekoenzim untuk Penanggulangan Air Asam Tambang dan Tanah Tercemar Akibat Aktivitas Pertambangan Nikel.”
Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya dalam waktu sekitar tiga tahun. Hendra mencatatkan prestasi akademik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 dan meraih predikat sangat memuaskan.
Capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi pribadi bagi Hendra, tetapi juga menambah kekuatan sumber daya akademik Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai, khususnya di lingkungan Fakultas Teknik.
Fokus pada Persoalan Lingkungan Tambang Nikel
Penelitian Hendra berangkat dari persoalan lingkungan yang muncul sebagai dampak aktivitas pertambangan nikel. Salah satu perhatian utama dalam penelitiannya adalah pencemaran tanah serta persoalan air asam tambang yang dapat mengganggu kualitas lingkungan dan proses pemulihan ekosistem.
Melalui penelitian tersebut, ekoenzim dikaji sebagai salah satu alternatif yang berpotensi digunakan dalam upaya rehabilitasi lingkungan yang terdampak aktivitas pertambangan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Ecological Engineering juga menunjukkan bahwa aplikasi ekoenzim berpotensi memperbaiki kualitas tanah yang tercemar akibat aktivitas pertambangan nikel. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sejumlah parameter kualitas tanah, termasuk pH, ketersediaan unsur hara, kapasitas pertukaran kation, stabilitas agregat, serta aktivitas mikroba.
Dalam penelitian tersebut, perlakuan ekoenzim dengan konsentrasi 10 persen selama 30 hari memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan sejumlah indikator kualitas tanah yang diteliti. Temuan itu memperlihatkan potensi ekoenzim sebagai bahan yang relatif murah dan ramah lingkungan untuk mendukung rehabilitasi lahan terdegradasi akibat pertambangan nikel.
Solusi bagi Masyarakat Lingkar Tambang
Bagi Hendra, persoalan pencemaran akibat aktivitas pertambangan tidak hanya menyangkut aspek ekologis. Dampaknya juga dapat merambah kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di sekitar kawasan pertambangan.
Karena itu, penelitian mengenai teknologi pengelolaan dan pemulihan lingkungan menjadi penting untuk mencari pendekatan yang tidak hanya efektif secara ilmiah, tetapi juga memiliki peluang untuk diterapkan di lapangan.
Pengembangan ekoenzim dalam penelitian tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan alternatif teknologi yang dapat mendukung pemulihan kualitas lingkungan pada kawasan yang mengalami degradasi akibat aktivitas pertambangan.
Capaian akademik Hendra sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi daerah dalam menjawab persoalan lingkungan yang berkembang di wilayah Sulawesi, khususnya kawasan yang mengalami perkembangan aktivitas pertambangan nikel.
Dengan diraihnya gelar doktor tersebut, Hendra diharapkan dapat terus mengembangkan penelitian dan memberikan kontribusi nyata bagi pengelolaan lingkungan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di daerah. ***









Komentar