PALU, RADAR SULAWESI – Wacana eksploitasi Tambang Batu Gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah (Sulteng), mengundang perhatian serius dari berbagai kalangan.
Perhatian terhadap wacana masuknya Tambang Batu Gamping di Kabupaten Bangkep itu seperti halnya diungkapkan oleh Anggota DPRD Sulteng, H. Samiun L. Agi.
Menurut Samiun sapaan karib politisi Partai Demokrat itu bahwa wacana aktivitas pertambangan di Kabupaten Bangkep perlu dilakukan kajian yang mendalam dan matang.
Memang, diakui Samiun, tujuan untuk mendatangkan investor memungkinkan untuk kepentingan mendongkrak pendapatan daerah. Namun, tentunya harus dibarengi dengan kajian yang benar-benar matang.
“Soal Tambang Batu Gamping ini kajiannya tidak boleh main-main,” ungkap Samiun saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, pemerintah harus benar-benar bisa melihat dan melakukan analisis sebaik mungkin terhadap wacana eksploitasi puluhan perusahaan pertambangan ke depannya.
“Pemerintah harus mampu melihat dari berbagai aspek, utamanya lebih mencermati dampak negatif yang diakibatkan atas pengoperasian tambang Batu Gamping ke depannya,” ujar Samiun.
Menurut Samiun, sudah banyak contoh kasus di beberapa daerah. “Ada contoh kasus yang bisa kita lihat di beberapa daerah. Bagaimana yang terjadi sejauh ini? Yang ada itu bukan pertumbuhan ekonomi daerah, melainkan dampak negatifnya,” terang Samiun.
Olehnya, Samiun menyarankan agar pemerintah terlebih dahulu melakukan kajian-kajian secara universal/menyeluruh. “Salah satunya misalnya mengambil contoh kasus di beberapa daerah yang ada tambangnya,” jelas Samiun.
Diketahui, sejauh ini terdapat kurang lebih ada puluhan perusahaan tambang batu gamping yang telah mengantongi IUP dan siap beroperasi di wilayah yang dikenal dengan sebutan Pulau Peling tersebut.
Bangkep Miliki Kekayaan Alam di Sektor Perikanan dan Pariwisata
Lebih jauh kata Samiun, kalaupun keberadaan Tambang Batu Gamping semata untuk bagaimana bisa meningkatkan ekonomi daerah, Banggai Kepulauan memiliki kekayaan alam yang tak kalah jauh dengan pertambangan.
Hanya saja, kata Samiun, permasalahannya apakah pemerintah mampu mengelola dengan baik dan maksimal kekayaan alam yang ada.
“Bangkep punya banyak destinasi wisata. Apalagi di sektor perikanan. Hanya saja, masalahnya apakah pemerintah bisa mengelola itu dengan baik? Saya kira potensi alam yang ada di Bangkep, jika dikelola dengan maksimal, tentunya bisa menjadi penopang terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Contohnya ada di beberapa daerah. Mereka (daerah) mampu mengelola dengan baik destinasi atau objek wisata mereka, sehingga mampu mendatangkan pendapatan daerah,” pungkasnya. (Ury)

Komentar