SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

Ibadah Kenaikan Yesus Kristus Jemaat Elim Keuno Berlangsung Khidmat di Alam Terbuka


MORUT RADAR SULAWESI, Id – Perayaan Kenaikan Yesus Kristus atau Kenaikan Isa Al-Masih tahun 2026 menjadi momen penuh sukacita dan refleksi iman bagi umat Kristiani, termasuk Jemaat Elim Keuno Klasis Mohoni Bungku. Hari raya yang diperingati 40 hari setelah Paskah ini jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026.
Perayaan ibadah Kenaikan Yesus Kristus tersebut dilaksanakan di lapangan sepak bola Desa Keuno dengan suasana alam terbuka yang memberikan nuansa khidmat dan penuh kebersamaan bagi seluruh jemaat yang hadir mengikuti ibadah. (Kamis 13/05/2026)


Ibadah dipimpin langsung oleh Pdt. Risda Patigu, S.Th dengan pembacaan firman Tuhan dari Lukas 24:50-53 yang mengisahkan tentang kenaikan Yesus Kristus ke surga setelah menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya di Bukit Zaitun. Dalam khotbahnya, Pdt. Risda Patigu menjelaskan bahwa kenaikan Yesus Kristus menjadi tanda bahwa Yesus kembali ke tempat asal-Nya di surga setelah menyelesaikan pekerjaan keselamatan bagi manusia di dunia.

Namun sebelum naik ke surga, Yesus memberikan penguatan dan pengharapan kepada para murid. Ia menyampaikan bahwa Yesus tidak meninggalkan para pengikut-Nya begitu saja, melainkan memberikan janji akan penyertaan Roh Kudus kepada semua orang percaya. Karena itu, para murid diminta tetap tinggal di Yerusalem hingga menerima kuasa dari Allah.


Selain itu, Pdt. Risda juga mengingatkan pesan pengutusan Yesus kepada murid-murid-Nya agar pergi menjadikan semua bangsa murid Kristus dan membaptis mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Menurutnya, pesan tersebut bukan hanya untuk para murid pada masa itu, tetapi juga berlaku bagi seluruh umat percaya hingga saat ini.

Imigrasi Dalami Dugaan Tindak Pidana Keimigrasian 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional


“Ketahuilah bahwa Aku menyertai engkau sampai kepada akhir zaman,” kutip Pdt. Risda saat memberikan penguatan kepada jemaat. Ia mengatakan bahwa tugas menjalankan perintah Tuhan memang tidak mudah, namun umat percaya tidak berjalan sendiri karena Tuhan senantiasa menyertai.


Dalam bagian akhir khotbahnya, Pdt. Risda mengajak jemaat untuk merefleksikan firman Tuhan agar tidak berhenti hanya pada satu generasi, tetapi terus diteruskan kepada anak-anak dan generasi berikutnya. Ia mengibaratkan firman Tuhan seperti isi dalam balon yang harus tetap terjaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.


Momentum ibadah tersebut juga melibatkan anak-anak sekolah minggu yang diajak berdiri bersama sebagai simbol pentingnya meneruskan iman dan firman Tuhan kepada generasi muda agar tetap hidup dalam persekutuan dan kasih Kristus.

Perayaan Kenaikan Yesus Kristus Jemaat Elim Keuno berlangsung seru dan penuh sukacita dan penguatan iman. Usai ibadah tersebut, jemaat diajak untuk mengikuti beberapa lomba mulai dari anak semi, remaja,pemuda, dewasa dan para lansia yang terus hidup dalam penyertaan Tuhan serta menjadi saksi Kristus di tengah kehidupan sehari-hari.

Tokoh-Tokoh Gereja Se-Morowali Raya Gelar Rapat Pembentukan Sinode Baru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement