BANGKOK, RADAR SULAWESI – Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Perusahaan yang bergerak di bidang hulu minyak dan gas bumi, dibawah pengawasan SKK Migas ini, sukses membawa pulang dua penghargaan bergengsi dalam acara The 18th Annual Global CSR & ESG Summit and Awards 2026 yang digelar The Pinnacle Group International (TPGI) di Bangkok, Thailand, pada 23 April lalu.
Penghargaan pertama yang berhasil diraih adalah Silver Award untuk kategori Best Community Programme. Penghargaan ini didapatkan berkat keberhasilan Program Panutan Banggai, sebuah inisiatif yang mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan. Program ini unik karena memanfaatkan burung hantu Serak Sulawesi sebagai solusi alami untuk mengendalikan hama tikus yang mengganggu lahan pertanian di Kecamatan Moilong dan Batui Selatan, Kabupaten Banggai.

Berkat implementasi program ini, berbagai dampak positif berhasil dicatat. Selain berhasil melestarikan 89 ekor burung hantu Serak Sulawesi, kerugian yang dialami petani berhasil ditekan hingga mencapai 90 persen. Program ini juga berjalan dengan standar keselamatan tinggi (Zero Fatality) serta berhasil mempererat hubungan sosial dan mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih positif.
Tidak hanya itu, JOB Tomori juga sukses mengantongi Bronze Award pada kategori CSR & ESG Leadership Award. Penghargaan ini diberikan atas inovasi Program Konversi Gas Buang H₂S menjadi Listrik di WSA (Wet Sulfuric Acid) Plant. JOB Tomori dikenal sebagai pelopor dalam penerapan teknologi pemulihan H₂S berbasis WSA di industri migas nasional.
Teknologi canggih ini tidak hanya mengubah panas buangan menjadi energi listrik melalui Waste Heat Recovery, tetapi juga mengolah gas H₂S yang beracun menjadi asam sulfat (H₂SO₄) yang bermanfaat sebagai bahan baku industri. Langkah ini terbukti sangat efektif menekan emisi polutan.
Data menunjukkan bahwa pembakaran gas buang periode 2016–2025 berhasil diturunkan drastis, dari rata-rata 150–220 MMSCFD per bulan menjadi hanya 5–23 MMSCFD per bulan. Secara total, emisi SO₂ berhasil dikurangi sebanyak 64.168 ton, dan emisi gas rumah kaca (CO₂) berkurang hingga 193.925 ton.
Acara penghargaan tersebut merupakan wadah internasional yang bertujuan memajukan isu keberlanjutan dan tanggung jawab perusahaan. Dalam kesempatan itu, Chief Summit Matthias Gelber dalam pidatonya mengangkat tema “The Next Economy: AI, Carbon, Food Security & The Human Spirit,” yang menyoroti pentingnya keseimbangan antara teknologi, lingkungan, dan nilai kemanusiaan.
General Manager JOB Tomori, Andry, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata dedikasi perusahaan.
“Dalam menjalankan bisnis, JOB Tomori terus berkomitmen terhadap pelaksanaan TJSL untuk mendorong kemandirian masyarakat dan pelestarian lingkungan di wilayah operasi. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen kami serta pemantik untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Andry. ***




Komentar