SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

Mahasiswa KKN MB Unismuh Diminta Berdampak Nyata di Desa

LUWUK, RADAR SULAWESI – LP3M Unismuh Luwuk Banggai menggelar pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mobilisasi Berkemajuan (KKN MB) Angkatan XXXIX pada Sabtu (24/01/2026). Kegiatan yang berlangsung di pelataran kampus tidak hanya menyoroti pentingnya soft skill dan civic skill mahasiswa, tetapi juga memberikan panduan praktis agar program KKN dapat memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Banggai, Mujiono, S.H., M.H., yang hadir mewakili Bupati Amirudin Amir, menyampaikan materi terkait persoalan pemerintahan daerah dan strategi implementasi program KKN di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat desa seringkali melihat mahasiswa sebagai “manusia superman” yang memiliki ilmu dan sumber daya melimpah. Namun, ia mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki keterbatasan, sehingga peran utama mereka adalah sebagai motivator dan kolaborator, bukan hanya sebagai pelaksana fisik program.

Menurut Mujiono, program KKN harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), memanfaatkan program yang sudah ada di desa, serta mengutamakan koordinasi dengan pemerintah desa dan dinas terkait. Sebagai contoh, persoalan batas desa dapat diselesaikan melalui kerja sama dengan kantor pemberdayaan masyarakat desa, camat, dan kepala desa dengan biaya yang relatif kecil. Sementara itu, untuk menangani penyebaran TBC yang tinggi di Kabupaten Banggai, mahasiswa dapat bekerja sama dengan puskesmas, pustu, dan Dinas Kesehatan dalam melakukan pendataan penderita.

Ia juga menekankan pentingnya program yang memberikan dampak nyata, baik secara fisik maupun non-fisik. “Kita tidak perlu mengeluarkan banyak uang, cukup dengan kolaborasi dan koordinasi. Dengan begitu, program yang ada bisa terselesaikan dengan efektif,” ujarnya. Mujiono memberikan contoh pemanfaatan APBDes dan dana hibah yang dapat menghasilkan program senilai ratusan juta rupiah yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu, mahasiswa diarahkan untuk memahami kondisi sosial setempat, termasuk jenis kemiskinan yang ada seperti kemiskinan struktural, fungsional, dan situasional, agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga melatih mahasiswa dalam menghadapi permasalahan nyata, meningkatkan kemampuan kerja sama dengan berbagai pihak.

Perkuat Kolaborasi, Rektor Unismuh Luwuk Banggai Sambut Kunjungan Kepala BPS Sulawesi Tengah

Mahasiswa KKN MB diharapkan dapat menjalankan program secara cermat dan berintegritas, mengedepankan musyawarah, memanfaatkan program pemerintah yang ada, serta menyelesaikan masalah masyarakat tanpa hanya mengandalkan dana atau proyek fisik. Sebanyak 234 mahasiswa dari berbagai fakultas akan ditempatkan di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Pagimana. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement