TENTENA RADAR SULAWESI, Id – Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah, Pdt. Djadaramo Tasiabe menerima perwakilan Forum Pembentukan Sinode Gereja Kristen Morowali Raya (GKMR) di Kantor Sinode GKST, Tentena, Senin (18/5/2026). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan sejak pukul 14.00 hingga sekitar pukul 17.00 WITA.
Pertemuan diawali dengan doa bersama dan dihadiri lengkap tujuh pengurus Majelis Sinode GKST. Selain Ketua Umum, turut hadir Wakil Ketua I Pdt. Dr. Tertius Lantigimo, Wakil Ketua II Pdt. Robinson Perutu, Sekretaris Umum Pdt. Jetroson Rense, Wakil Sekretaris Umum Pdt. Elieser Meringgi, Bendahara Umum Maysuri Botilangi dan Wakil Bendahara Umum Pdt. Nurna Tokede.
Sementara itu, utusan dari Forum Pembentukan GKMR terdiri dari Christian Rongko, Reimon Monsangi, Martson Lagarense, Heymans Larope, Janfoster Tolabada, Yeptan Mosiangi dan Herson Wengkau. Kehadiran mereka bertujuan menyampaikan langsung aspirasi jemaat terkait pembentukan Sinode Gereja Kristen Morowali Raya.
Dalam penyampaiannya, Christian Rongko mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Majelis Sinode GKST. Ia mengatakan, kehadiran mereka merupakan bentuk keterbukaan dan penghormatan kepada pimpinan sinode terkait kerinduan jemaat untuk membentuk sinode baru di wilayah Morowali Raya.
Menurut Christian, gagasan pembentukan GKMR bukanlah ide yang muncul secara tiba-tiba, melainkan sudah berkembang cukup lama di tengah jemaat. Ia menilai hadirnya sinode baru nantinya akan memberi dampak positif terhadap efektivitas pelayanan gereja, terutama di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian pelayanan secara maksimal.
“Kami semua cinta GKST. Kami lahir dan besar di lingkungan GKST. Rencana pembentukan GKMR ini sedikitpun tidak ada kepentingan politik ataupun kepentingan pribadi. Ini murni demi efektivitas pelayanan dan mendekatkan pelayanan kepada jemaat,” ungkap Christian di hadapan pengurus sinode.
Dalam kesempatan itu, sejumlah anggota rombongan lainnya seperti Reimon Monsangi, Martson Lagarense, Heymans Larope dan Janfoster Tolabada juga turut memberikan pandangan serta masukan mengenai pentingnya kesiapan pelayanan gereja di wilayah Morowali dan Morowali Utara ke depan.
Sementara itu, Ketua Umum Sinode GKST Pdt. Djadaramo Tasiabe menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tokoh jemaat dari Forum Pembentukan GKMR. Ia berharap isu pembentukan sinode baru yang saat ini ramai diperbincangkan di media sosial tidak sampai menimbulkan perpecahan di tengah jemaat maupun pelayan gereja.
Menurutnya, Majelis Sinode GKST tidak berada pada posisi untuk langsung menerima ataupun menolak aspirasi tersebut, sebab seluruh proses memiliki mekanisme organisasi gereja yang harus dilalui. Ia berharap kerinduan pembentukan GKMR nantinya dapat dibahas secara resmi dalam agenda Sidang Sinode GKST tahun 2027 mendatang.
Sebagai informasi, wilayah pelayanan GKST di Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Morowali saat ini meliputi 93 jemaat yang tersebar di enam klasis, yakni Klasis Kolonodale, Klasis Beteleme, Klasis Mori Atas, Klasis Mohoni Bungku, Klasis Bungku Utara dan Klasis Mamosalato. Pertemuan tersebut pun diakhiri dengan semangat menjaga persatuan dan komitmen bersama demi pelayanan gereja yang lebih baik di masa mendatang.











Komentar