JAKARTA RADAR SULAWESI, Id – Gereja Kristen Morowali Raya (GKMR) menjalin kerja sama dengan Sinode Am Gereja Protestan Indonesia (GPI) di bidang Informatika dan Teknologi (IT). Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola administrasi modern, meningkatkan literasi digital, serta mendukung pengembangan pelayanan media di lingkungan GKMR. Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan utusan GKMR dengan Badan Pelaksana Harian Sinode Am GPI yang berlangsung di Kantor Balai Agung Sinode Am GPI, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (1/10) siang.
Dalam pertemuan tersebut, utusan GKMR Amos Lawalata dan Pitosmo Lameanda diterima langsung Sekretaris Sinode Am GPI, Pdt. Henrek Lokra, M.Si. Pertemuan membahas berbagai kebutuhan GKMR, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelayanan gereja.
Amos Lawalata dan Pitosmo Lameanda memaparkan perjalanan pembentukan Sinode GKMR sekaligus menyampaikan berbagai kebutuhan dalam menghadapi tantangan pelayanan yang selama ini menjadi pergumulan warga jemaat Morowali Raya. Dari diskusi tersebut disepakati bahwa tim Sinode Am GPI akan berkunjung ke Morowali Utara dalam waktu dekat untuk memberikan pelatihan di bidang digital dan teknologi informasi kepada sumber daya manusia yang disiapkan GKMR.
“Sepulang dari Jakarta kami segera mengumpulkan tenaga-tenaga yang siap dilatih. Yang dibutuhkan adalah tenaga yang terpanggil dan siap mengabdikan dirinya membangun divisi digital GKMR, mulai dari laporan keuangan yang bisa diakses siapa saja, pembuatan database yang detail hingga pelayanan kesehatan,” jelas Amos Lawalata.
Menurut keduanya, penguatan sistem digital diharapkan dapat mendorong terciptanya tata kelola pelayanan yang lebih terbuka, terintegrasi dan mudah diakses. Pengembangan tersebut juga akan diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan administrasi dan pelayanan jemaat.
Sementara itu, Sekretaris Umum Sinode Am GPI, Pdt. Henrek Lokra, menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kerja sama kemitraan dengan gereja-gereja di Indonesia dalam membangun ekosistem digital yang kuat.“Tahun ini kami konsen untuk GPIBK dan GPIBT. Keinginan GKMR untuk men-segerakan pelatihan dalam rangka menghadirkan ekosistem digital tentu saja kami sambut baik karena tujuannya mewujudkan keterbukaan dalam pelayanan. Tahun depan kita bisa rencanakan untuk kerja sama dengan gereja saudara lainnya,” jelas Pdt. Henrek Lokra.
Sinode Am GPI merupakan salah satu persekutuan gereja yang memiliki akar sejarah panjang di Indonesia. Persekutuan ini berakar dari sejarah Gereja Protestan di Hindia Belanda (Indische Kerk) sejak 27 Februari 1605 di Ambon, Maluku, dan kini menaungi 12 Gereja Bagian Mandiri (GBM), di antaranya GMIM, GPM, GMIT, dan GPIB.
Kerja sama GKMR dan Sinode Am GPI tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta menghadirkan sistem digital yang mendukung transparansi administrasi dan efektivitas pelayanan gereja di Morowali Raya.











Komentar