SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

Terkendala Pasokan Listrik, SPPG Mamosalato Tetap Suplai MBG ke 17 Sekolah dan 4 Posyandu


MORUT RADAR SULAWESI, Id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, terus berupaya memastikan penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Hingga kini, SPPG tersebut melayani sebanyak 17 sekolah dan 4 Posyandu yang tersebar di wilayah Kecamatan Mamosalato.


Kepala SPPG Mamosalato, Eka Kembar Mertayasa, didampingi ahli gizi Diana Yulianti bersama jajaran manajemen, mengatakan penyaluran MBG sampai saat ini masih berjalan normal meski menghadapi kendala pada pasokan listrik.
Menurut Eka, gangguan listrik berupa pemadaman yang cukup sering menjadi salah satu tantangan dalam operasional dapur MBG. Kondisi tersebut dapat memengaruhi sejumlah aktivitas di dapur, sehingga pihaknya harus melakukan berbagai upaya agar proses penyediaan makanan tetap berjalan sesuai kebutuhan penerima manfaat.


“Penyaluran makanan bergizi gratis untuk wilayah Mamosalato dan sekitarnya sampai saat ini masih berjalan normal. Walaupun akhir-akhir ini terkendala pasokan listrik yang sering mati, kami terus berupaya agar penyaluran tetap berjalan dengan baik,” ujar Eka saat ditemui media ini, Jumat (4/9/2026) pagi. Eka menjelaskan, dapur umum MBG SPPG Mamosalato telah beroperasi sejak Desember 2025. Selama menjalankan pelayanan, pihaknya mengaku belum mengalami kendala yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.


“Dapur MBG ini sudah beroperasi sejak Desember 2025. Sampai sekarang belum ada kendala yang signifikan, hanya saja akhir-akhir ini pasokan listrik menjadi tantangan karena sering terjadi pemadaman,” jelasnya.
Meski demikian, SPPG Mamosalato tetap berkomitmen menjaga kelancaran distribusi MBG kepada seluruh sasaran. Sebanyak 17 sekolah dan 4 Posyandu tetap menjadi prioritas pelayanan agar program pemenuhan gizi tersebut baik dari siswa SD, SMP, SMA dan Posyandu dapat dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat.


Terpisah, Camat Mamosalato Ivan Tungka mengatakan, pihak kecamatan dalam pelaksanaan program MBG lebih berperan dalam fungsi pengawasan. Menurutnya, program pemenuhan gizi yang merupakan salah satu program pemerintah pusat tersebut hingga saat ini berjalan dengan baik di wilayah Kecamatan Mamosalato.
“Pihak kecamatan dalam hal ini hanya berfungsi sebagai bidang pengawasan. Sampai saat ini pelaksanaan program MBG masih berjalan dengan baik,” tutur Ivan Tungka.

Dengan dukungan berbagai pihak dan juga pengawasan dari TNI, SPPG Mamosalato diharapkan dapat terus mempertahankan kelancaran penyaluran MBG. Kendala pasokan listrik diharapkan dapat segera teratasi sehingga pelayanan makanan bergizi bagi 17 sekolah dan 4 Posyandu dapat berlangsung secara optimal dan berkesinambungan, terangnya.

JOB Tomori Latih UMKM Desa Moilong Olah Hasil Laut Jadi Bakso dan Abon Ikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement