LUWUK, RADAR SULAWESI — Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, melepas 70 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang akan menjalankan pengabdian di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep).
Pelepasan berlangsung di Ruang Pascasarjana Kampus Hijau Unismuh Luwuk, Rabu (14/10/2026). Para mahasiswa dijadwalkan berangkat menuju Bangkep pada Kamis (15/10/2026) dan akan menjalankan tugas selama 60 hari kalender.
Dalam arahannya, Sutrisno mengingatkan mahasiswa untuk menjaga sikap dan membangun komunikasi yang baik selama berada di tengah masyarakat. Mahasiswa diminta memahami bahwa kehadiran mereka membawa nama almamater sehingga setiap tindakan dan komunikasi harus dilakukan secara bijak.
“Saya berpesan, ketika kalian hadir di tengah masyarakat, jadilah orang yang bermanfaat. Jangan hadir dengan membawa masalah. Bekerjalah dengan ilmu pengetahuan, bergeraklah dengan hati agar kalian ikhlas,” ujar Sutrisno.
Ia meminta mahasiswa membangun komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, pemerintah kabupaten hingga masyarakat di wilayah pengabdian. Komunikasi tersebut dinilai penting agar pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
Menurut Sutrisno, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading. Kehadiran mahasiswa melalui KKN harus mampu memberikan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, mahasiswa didorong memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk menggali potensi daerah, membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan pendidikan, serta meninggalkan manfaat berupa pengetahuan maupun inovasi setelah program berakhir.
KKN Tematik kali ini merupakan implementasi kerja sama antara Unismuh Luwuk dan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan. Sebanyak 70 mahasiswa terpilih dari sekitar 100 pendaftar dan berasal dari 13 program studi.
Program utama yang akan dijalankan adalah inventarisasi aset Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan. Untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan, LP3M Unismuh Luwuk telah melaksanakan pra-pembekalan dan pembekalan pada 13–14 Oktober 2026.
Pembekalan menghadirkan lima narasumber dari empat instansi Pemda Bangkep, yakni Bappeda Litbang, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Kantor ATR/BPN. Materi diberikan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai proses inventarisasi aset di lapangan.
Ketua LP3M Unismuh Luwuk, Dr. Risno Mina, S.H., M.H., sebelumnya menjelaskan bahwa KKN Tematik tersebut merupakan implementasi kerja sama dengan Pemda Bangkep dan dilaksanakan selama 60 hari kalender.
Selain inventarisasi aset, mahasiswa juga akan menjalankan program Unismuh Luwuk Menyapa sebagai ruang untuk berinteraksi dan membangun kedekatan dengan masyarakat di sekitar lokasi pengabdian.
Sutrisno secara khusus mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati apabila menemukan persoalan agraria dalam proses pendataan aset. Mahasiswa diminta mengedepankan pendekatan persuasif dan tidak memasuki wilayah konflik.
“Tugas utama kalian adalah mendata aset pemerintah daerah. Kalau menemukan persoalan atau kasus, jangan masuk ke wilayah konflik. Serahkan penanganannya kepada pihak pemerintah yang memiliki kewenangan,” pesannya.
Ia menilai KKN Tematik bukan hanya menjadi sarana pengabdian, tetapi juga bagian dari proses membentuk kompetensi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Karena itu, mahasiswa diminta mengintegrasikan ilmu pengetahuan, pengabdian, dan dakwah selama berada di Bangkep.
Pelepasan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I Dr. Agung K. Djibran, Wakil Rektor II Dr. Nirwan Moh. Nur, Wakil Rektor IV Suma K. Saleh, jajaran dekan fakultas, serta Ketua LP3M Unismuh Luwuk.
Rangkaian pelepasan ditandai dengan penyematan atribut KKN Tematik secara simbolis kepada dua perwakilan mahasiswa. Selanjutnya, seluruh peserta dijadwalkan berangkat ke Banggai Kepulauan pada Kamis (15/10/2026) untuk memulai pengabdian selama 60 hari kalender.











Komentar