SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

RSUD Kolonodale Sampaikan Kronologi Penanganan Pasien, Tegaskan Tindakan Sesuai SOP.

MORUT RADAR SULAWESI, Id – Direktur RSUD Kolonodale dr Sherly Pede M.Kes, bersama seluruh manajemen RSUD Kolonodale menyampaikan ungkapan turut berdukacita yang mendalam kepada keluarga pasien atas peristiwa meninggalnya salah satu pasien usai menjalani tindakan medis. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh proses pelayanan telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. (Senin, 16/02/2026)

Menurut direktur RSUD sejak awal pasien telah ditangani oleh tenaga kesehatan secara profesional dan sesuai ketentuan medis. Sebelum diputuskan untuk dilakukan tindakan operasi, pasien telah melalui serangkaian pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemeriksaan penunjang guna memastikan kelayakan kondisi untuk menjalani operasi.

Menurutnya, keputusan operasi diambil berdasarkan hasil evaluasi medis yang komprehensif. Tim dokter telah mempertimbangkan kondisi pasien secara matang sebelum tindakan dilakukan, guna meminimalisir risiko yang mungkin terjadi selama proses pembedahan.Terkait durasi operasi yang berlangsung cukup panjang, pihak rumah sakit menyebutkan bahwa kondisi tersebut dapat terjadi pada kasus tertentu. Lamanya tindakan operasi sangat bergantung pada kondisi masing-masing pasien yang berbeda-beda dan tidak seluruhnya dapat diprediksi secara pasti.

Usai tindakan operasi, pasien dilaporkan dalam kondisi stabil dan kemudian dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk menjalani observasi pascaoperasi. Selama beberapa hari dalam perawatan intensif, kondisi pasien dinilai stabil oleh dokter yang menangani dan selanjutnya dipindahkan ke ruang perawatan betah untuk perawatan lanjutan.

Ledakan di Biak, Angka Korban Masih Diverifikasi, 5 Hingga 10 Orang Tewas, Diduga Sisa Bom Perang Dunia II

Namun, saat berada di ruang perawatan bedah, pasien secara tiba-tiba mengalami perdarahan. Tim medis segera melakukan tindakan pertolongan, termasuk upaya menghentikan perdarahan dan memberikan transfusi darah untuk menstabilkan kondisi pasien.Dokter penanggung jawab juga telah mempertimbangkan kemungkinan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, yakni RSUD Undata. Proses rujukan melalui sistem SISRUTE telah dilakukan, namun pihak rumah sakit tujuan meminta agar kondisi pasien distabilkan terlebih dahulu sebelum pemindahan dapat dilaksanakan.

Setelah perdarahan awal berhasil ditangani dan transfusi selesai dilakukan, pasien kembali dipindahkan ke ruang ICU untuk pemantauan dan stabilisasi lanjutan. Di ruang ICU, pasien kembali mendapatkan transfusi darah sebagai bagian dari upaya penanganan intensif.Namun pada pagi hari berikutnya, kondisi pasien kembali memburuk. Pasien mengalami batuk disertai perdarahan hebat. Tim medis segera melakukan tindakan darurat untuk menghentikan perdarahan, namun kondisi pasien tidak dapat diselamatkan.

Direktur bersama Manajemen RSUD Kolonodale menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta melakukan evaluasi internal atas setiap kejadian medis. Rumah sakit juga mengajak masyarakat untuk tetap mempercayakan pelayanan kesehatan kepada tenaga medis yang bekerja sesuai standar profesi dan ketentuan yang berlaku.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement