SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

PWI Morut Rayakan HUT Pers ke-80 Dengan Berbagi di Ponpes KH Hasyim Asy’ari Desa Tiu.

MORUT RADAR SULAWESI, Id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pers ke-80 Tahun, dan Jelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hj. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Morowali Utara (Morut) melaksanakan kunjungan sosial ke Pondok Pesantren KH Hasyim Asy’ari di Desa Tiu, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (12/02/2026) pagi.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua PWI Morut, Semuel Siombo, didampingi Sekretaris Teguh Tamanampo, Bendahara Erny Johan B, Bidang Hubungan Antar Lembaga Marson Kasio, Bidang SIWO Ronal Parenta, Bidang Hukum Jemy Kalembiro, serta sejumlah anggota PWI lainnya.

Rombongan PWI Morut diterima langsung oleh Ketua Yayasan Madrasah Aliyah Sanafia, Ustad Zukri Khan. Dalam kesempatan itu, PWI Morut menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai sebagai bentuk kepedulian terhadap para santri dan pengurus yayasan.

Ketua Yayasan, Ustad Zukri Khan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian PWI Morut kepada yayasan yang dipimpinnya. Ia mengaku bersyukur atas kunjungan tersebut, terlebih karena dilakukan dalam momentum peringatan HUT Pers.
Ustad Zukri menjelaskan bahwa lembaga atau yayasan yang dipimpinnya merupakan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan pendidikan berbasis pondok pesantren dengan sistem pemondokan bagi para santri.

Pelayanan Paspor di MPP Morut Kembali Hadir, Imigrasi Morowali Dekatkan Layanan kepada Masyarakat

Saat ini, terdapat sekitar 50 siswa yang menempuh pendidikan di yayasan tersebut dengan didukung oleh 10 orang pembina.
Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa fasilitas yang ada masih sangat terbatas. Beberapa bangunan masih menggunakan konstruksi lama dan mengalami kebocoran pada bagian atap. Selain itu, pembangunan masjid di lingkungan yayasan hingga kini belum selesai.

“Oleh karena itu, kami berharap melalui teman-teman pers, kondisi ini dapat diberitakan agar diketahui oleh pemerintah maupun para donatur lainnya yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan pembangunan keagamaan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, para santri yang belajar di pondok pesantren tersebut tidak hanya berasal dari berbagai kecamatan di Morowali Utara, tetapi juga dari luar daerah seperti Kabupaten Donggala dan Kabupaten Luwu Timur. Kehadiran pondok pesantren ini, menurutnya, sangat membantu masyarakat karena selama ini rujukan pendidikan pemondokan lebih banyak ke Makassar maupun ke Kabupaten Morowali di Bungku.

Sementara itu, Ketua PWI Morowali Utara, Semuel Siombo, mengatakan bahwa kehadiran PWI di pondok pesantren tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Pers ke-80 sekaligus agenda rutin organisasi setiap tahunnya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami datang bukan berarti kami memiliki kelebihan, tetapi ini adalah bentuk kepedulian organisasi untuk berbagi terhadap sesama, khususnya kepada para santri yang sedang menempuh pendidikan,” ujar Semuel.
Melalui momentum HUT Pers ke-80 ini, PWI Morut berharap kehadiran pers tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan berbagi di Pondok Pesantren KH Hasyim Asy’ari menjadi salah satu wujud komitmen tersebut dalam membangun kepedulian dan solidaritas sosial di Morowali Utara.***

Ledakan di Biak, Angka Korban Masih Diverifikasi, 5 Hingga 10 Orang Tewas, Diduga Sisa Bom Perang Dunia II

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement