SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

Mahasiswa KKN MB Unismuh Luwuk Banggai Diminta Tangani Masalah Batas Desa dan Bantu Pengendalian TBC

LUWUK, RADAR SULAWESI – Pelataran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai menjadi lokasi pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mobilisasi Berkemajuan (KKN MB) Angkatan XXXIX pada Sabtu (24/01/2026). Kegiatan yang diikuti oleh 234 mahasiswa dari berbagai fakultas ini bertujuan memberikan arahan praktis agar program KKN dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, yang nantinya akan ditempatkan di desa-desa dan kelurahan Kecamatan Pagimana.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Banggai, Mujiono, S.H., M.H., yang mewakili Bupati Banggai Amirudin Amir, menyampaikan bahwa masyarakat desa seringkali menganggap mahasiswa sebagai “manusia superman” yang mampu menangani segala program. Namun, ia mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki keterbatasan, sehingga peran utama mereka adalah sebagai motivator dan kolaborator, bukan hanya pelaksana fisik.

Mujiono menjelaskan bahwa program KKN sebaiknya selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan memanfaatkan program yang sudah ada di desa. Contohnya, persoalan batas desa dapat diselesaikan melalui koordinasi dengan kantor pemberdayaan masyarakat desa, camat, dan kepala desa, dengan biaya minimal seperti hanya untuk keperluan bensin. Pendekatan ini mampu menyelesaikan persoalan administratif desa secara efektif tanpa menghabiskan banyak anggaran.

Selain itu, ia juga menyoroti bahwa Kabupaten Banggai termasuk daerah dengan tingkat penyebaran TBC tertinggi di Indonesia. Mahasiswa diharapkan bekerja sama dengan puskesmas, pustu, dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pendataan penderita TBC, sehingga data yang dihasilkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam pengendalian penyakit tersebut.

“Kita tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Yang penting adalah kolaborasi dan koordinasi. Dengan begitu, program bisa terselesaikan dengan efektif dan tepat sasaran,” jelas Mujiono. Peran mahasiswa diharapkan sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah untuk mendorong program yang berkelanjutan dan berdampak. ***

FEB UMLB Selenggarakan Baitul Arqam Purna Studi, Jadi Syarat Wajib Ujian Skripsi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement