SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

Era Digital, Tantangan Baru Dunia Pers Jaga Kepercayaan Publik

MOROWALI RADAR SULAWESI, Id – Penguatan profesionalisme dan peningkatan kualitas wartawan menjadi fokus utama dalam bincang santai antara insan pers dan Dewan Pers yang digelar di salah satu hotel di Bungku, Kabupaten Morowali, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat peran pers dalam menghadapi tantangan jurnalistik di era digital.

Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, HM Busyro Muqoddas, hadir sebagai narasumber utama. Diskusi dipandu Wakil Ketua PWI Sulawesi Tengah, Fery eL Shirinja, serta dihadiri Ketua PWI Morowali Darma Kusuma bersama wartawan dari berbagai media di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.

Dalam suasana yang berlangsung interaktif, para peserta bertukar pandangan mengenai peran strategis pers dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Seluruh pembahasan mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik sebagai pedoman utama profesi wartawan.

Berbagai tantangan dunia jurnalistik turut mengemuka dalam diskusi. Di antaranya maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi, tingginya tuntutan kecepatan publikasi, hingga pentingnya menjaga independensi wartawan di tengah berbagai kepentingan yang dapat memengaruhi pemberitaan.

Terkendala Pasokan Listrik, SPPG Mamosalato Tetap Suplai MBG ke 17 Sekolah dan 4 Posyandu

Dalam paparannya, Busyro Muqoddas menegaskan bahwa kualitas seorang wartawan tidak hanya diukur dari kemampuan menulis berita. Menurutnya, integritas, kompetensi, serta komitmen melakukan verifikasi fakta sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat merupakan unsur utama yang harus dimiliki setiap jurnalis.”Prinsip keberimbangan, akurasi, dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap media,” ujar mantan Ketua KPK tersebut di hadapan peserta diskusi.

Selain itu, Dewan Pers juga mendorong para wartawan untuk terus meningkatkan kapasitas melalui pendidikan, pelatihan, serta mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Upaya tersebut dinilai penting agar insan pers mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi sekaligus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, para wartawan berharap Dewan Pers dapat terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada insan pers, khususnya yang bertugas di Morowali. Pertemuan serupa juga diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah berbagi pengalaman, memperkuat sinergi antara Dewan Pers, organisasi profesi, perusahaan media, dan para jurnalis.

Menutup diskusi, Wakil Ketua PWI Sulawesi Tengah, Fery eL Shirinja, menyampaikan bahwa kolaborasi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan pers akan menjadi kunci lahirnya wartawan yang profesional, independen, dan berintegritas. Ia berharap Morowali dapat terus menjadi daerah yang melahirkan jurnalis berkualitas sehingga pers mampu menjalankan fungsi edukasi, kontrol sosial, serta menjadi pilar demokrasi yang semakin dipercaya masyarakat. (*)

63 PNS Resmi Dilantik Oleh Kakanwil Ditjen Imigrasi Sulteng, Perkuat SDM Dalam Pelayanan dan Pengawasan Keimigrasian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement