SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

Polda Sulteng Siapkan 914 Personel untuk Pengendalian KarhutlaTinombala 2026, Siaga Hadapi Karhutla

MORUT RADAR SULAWESI.ID – Kepolisian Resor (Polres) Morowali Utara menggelar apel gelar pasukan Operasi Aman Tinombala 2026 dalam rangka penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah. Kegiatan ini menjadi bentuk kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.Apel gelar pasukan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Bupati Morowali Utara yang diwakili Asisten I, Krispen Masu, S.STP., M.Si., Danramil, para Kapolsek, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Sebanyak 21 organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Morowali Utara turut terlibat dalam mendukung kesiapsiagaan tersebut.[27/10/2026)

Kapolres Morowali Utara, AKBP Junaidy Anthonius Weken, S.I.K., yang membacakan amanat Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Rizal Irawan S. I. K. M. H yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda serta tamu undangan yang hadir dalam apel tersebut. Ia menegaskan, Polda Sulawesi Tengah beserta jajaran melaksanakan Operasi Kepolisian Kewilayahan bersandi Aman Tinombala 2026 sebagai langkah terpadu dalam penanggulangan karhutla.

Dalam amanat tersebut dijelaskan, Operasi Aman Tinombala 2026 berlangsung selama 65 hari, mulai 28 Oktober hingga 31 Desember 2026, dengan melibatkan 914 personel. Jumlah tersebut terdiri atas 164 personel satgas Polda Sulawesi Tengah dan 750 personel satgas polres jajaran. Keterlibatan personel ini diharapkan mampu memperkuat pencegahan, penanganan, serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi

Kapolda juga menyoroti tingginya potensi karhutla di berbagai wilayah Indonesia. Cuaca panas, kekeringan, tiupan angin kencang, serta aktivitas manusia yang membuka lahan dengan cara membakar menjadi sejumlah faktor pemicu kebakaran. Karena itu, deteksi dini, patroli pencegahan, edukasi kepada masyarakat, dan respons cepat harus menjadi prioritas seluruh personel di lapangan.

Polres Morut Ungkap Dua Kasus, Narkoba 43,44 Gram dan Karhutla 15 Hektare

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, pelaku usaha, dan masyarakat, terutama di kawasan rawan kebakaran. Selain upaya pencegahan dan pemadaman, aparat juga diminta melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap individu maupun korporasi yang terbukti sengaja membakar hutan dan lahan.

Dalam pelaksanaan operasi, terdapat sejumlah langkah penting yang harus menjadi perhatian bersama, di antaranya menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat, meningkatkan patroli gabungan di titik rawan api, mendeteksi titik panas atau hotspot, serta melakukan pembuatan sekat api dan pengelolaan lahan serta vegetasi sesuai kondisi wilayah. Personel juga diingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan diri saat bertugas di medan pemadaman yang berat.

Menutup amanatnya, Kapolda Sulawesi Tengah menekankan pentingnya kolaborasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem tanggap darurat yang efektif. Melalui Operasi Aman Tinombala 2026, seluruh jajaran diharapkan memiliki kesiapan operasional dan persepsi yang sama dalam melindungi masyarakat, mencegah kerugian lingkungan, serta menjaga kelestarian hutan di Sulawesi Tengah. Ia pun berpesan agar seluruh personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, seraya berharap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement