LUWUK, RADAR SULAWESI – Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Banggai, Dr. Wahyudin Rahman, mengapresiasi para pengurus Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) yang baru dikukuhkan di enam kecamatan.
Menurut Wahyudin, pengukuhan tersebut merupakan bagian dari upaya konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen dakwah dan silaturahmi antar kader Pemuda Muhammadiyah di Kabupaten Banggai.
“Roda organisasi tidak bisa dijalankan oleh satu orang. Dibutuhkan dukungan dan kerja kolektif dari seluruh pengurus yang hari ini menerima amanah untuk memimpin di tingkat cabang,” kata Wahyudin saat memberikan sambutan pada acara pengukuhan di Luwuk Selatan, Sabtu, 6 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa pengukuhan tersebut tidak sekadar seremoni organisasi, melainkan penyerahan amanah dan tanggung jawab kepada para pengurus untuk menjalankan program-program organisasi di wilayah masing-masing.
Wahyudin mengatakan sekitar 80 persen pengurus yang dilantik merupakan kader yang lahir dari proses pengkaderan di lingkungan Muhammadiyah. Menurut dia, Pemuda Muhammadiyah Banggai kini membuka ruang yang lebih luas bagi kader-kader dari berbagai organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Tapak Suci.
“Hari ini kami merangkul semua kader yang memiliki kapasitas dan komitmen untuk bersama-sama membesarkan Pemuda Muhammadiyah di Kabupaten Banggai,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wahyudin menjelaskan tema pengukuhan, “Bertumbuh Mengakar untuk Banggai Jaya”, mencerminkan harapan agar Pemuda Muhammadiyah mampu berkembang dalam gagasan, menguat dalam pengabdian, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pengurus yang dilantik hari ini harus siap bergerak dan memberikan dampak hingga tingkat kecamatan,” katanya.
Wahyudin juga mengutip pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah yang disampaikan pada forum Tanwir Pemuda Muhammadiyah di Bali. Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah tidak boleh kehilangan kepekaan sosial di tengah perubahan zaman.
“Jangan sampai organisasi sibuk membangun panggung, tetapi lupa membangun kader. Jangan sampai ramai di media sosial, tetapi sepi di cabang dan ranting,” ujarnya.
Ia menilai Pemuda Muhammadiyah harus hadir di tengah persoalan masyarakat, mulai dari lingkungan kampus, desa, masjid, hingga komunitas anak muda.
Selain itu, Wahyudin mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas organisasi, menghidupkan kaderisasi, dan menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan Pemuda Muhammadiyah bukan semata-mata banyaknya program yang dijalankan, tetapi sejauh mana program tersebut mampu melahirkan kader-kader yang cerdas, beriman, dan siap menjadi pemimpin,” katanya.
Menutup sambutannya, Wahyudin mengajak seluruh pengurus yang baru dikukuhkan untuk menjaga nama baik persyarikatan dan menjadikan momentum pengukuhan sebagai awal penguatan gerakan Pemuda Muhammadiyah di tingkat cabang.
“Kita bergerak bukan untuk dipuji atau dikenal, tetapi untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Wahyudin. ***











Komentar