LUWUK, RADAR SULAWESI – Pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mobilisasi Berkemajuan (KKN-MB) Angkatan XXXIX Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai memasuki hari kedua pada Minggu (25/01/2026). Selain mendapatkan materi tentang nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), peserta juga diajarkan mengenai peran strategis mahasiswa dalam menggerakkan pemberdayaan masyarakat serta cara membangun dinamika kelompok yang produktif.
Materi tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor I Unismuh Luwuk Banggai, Dr. Agung K. Djibran, M.Pd. Dalam paparannya, ia menguraikan secara rinci tentang perilaku yang harus ditunjukkan dan kontribusi yang bisa diberikan oleh mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Ia menegaskan bahwa sebagai bagian dari komunitas ilmiah, mahasiswa wajib menunjukkan sikap yang bermoral dan beretika dalam setiap bentuk interaksi dengan warga masyarakat.
“Setelah diserahkan secara resmi oleh kampus kepada pemerintah kecamatan dan desa, mahasiswa tidak lagi hanya dikenal sebagai civitas akademika, tetapi juga menjadi bagian dari lingkungan masyarakat setempat,” ujarnya. Menurutnya, tahap awal yang harus dilakukan mahasiswa adalah melakukan observasi mendalam di lapangan, yang akan menjadi dasar untuk menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Ia mengingatkan bahwa KKN merupakan bentuk pengabdian yang sekaligus menjadi syarat kelulusan studi, sehingga mahasiswa harus tetap fokus pada tugas utama yang diberikan. “Jangan sampai terlibat dalam permasalahan yang tidak menjadi kewenangan kita, terutama jika terjadi konflik di desa. Jangan pernah ikut memperparah situasi yang sedang tidak kondusif,” tegasnya, menekankan pentingnya menjaga perilaku yang baik selama masa KKN.
Dr. Agung K. Djibran menjelaskan bahwa mahasiswa harus menjalankan tiga peran utama selama berada di tengah masyarakat. Pertama, peran moral sebagai insan terdidik yang harus menjadi contoh dalam bersikap dan bertindak. Kedua, peran sosial yang mengharuskan kehadiran mahasiswa memberikan manfaat yang nyata bagi kehidupan masyarakat. Ketiga, peran intelektual yang menuntut kreativitas dalam memberikan arahan, dorongan, serta solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi desa.
Sebanyak 234 mahasiswa dari berbagai fakultas mengikuti pembekalan ini. Sebaran jumlahnya adalah sebagai berikut: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (33 orang), Fakultas Agama Islam (15 orang), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (55 orang), Fakultas Hukum (6 orang), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (47 orang), Fakultas Teknik (60 orang), serta Fakultas Pertanian dan Perikanan (19 orang).
Ketua Panitia KKN-MB Angkatan XXXIX, Darni Lamusu, S.P., M.P., menyampaikan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di 23 posko yang tersebar di dua wilayah. Sebanyak tiga posko berada di wilayah kota, sedangkan 20 posko lainnya terletak di Kecamatan Pagimana, mencakup tiga kelurahan dan 17 desa. ***











Komentar