SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

Tumpukan Sampah Ganggu Aktivitas Pasar, Polres Morut Bergerak Bersama Pemda dan TNI

MORUT RADAR SULAWESI, Id – Permasalahan sampah yang menumpuk di kawasan Pasar Ponteoa, Desa Beteleme, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, akhirnya mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Tumpukan sampah yang telah berbulan-bulan tidak tertangani menjadi sumber keluhan masyarakat karena menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu aktivitas perdagangan di pasar tersebut.Kondisi lingkungan pasar yang dipenuhi sampah berserakan menyebabkan meningkatnya populasi lalat dan nyamuk. Selain itu, saat musim hujan, air di sekitar lokasi turut tercemar sehingga menimbulkan keresahan bagi warga dan para pedagang yang beraktivitas di kawasan pasar.

Menanggapi persoalan tersebut, Polres Morowali Utara bersama Pemerintah Daerah dan TNI menggelar Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di kawasan Pasar Ponteoa Beteleme, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.Kegiatan dipimpin Kabag SDM Polres Morowali Utara, Kompol Marthen Ratu, mewakili Kapolres Morowali Utara AKBP Reza Khomeini, S.I.K. Turut hadir Camat Lembo, Danramil 1311-04/Lembo, serta Kapolsek Lembo yang bersama-sama memimpin personel gabungan dalam aksi bersih-bersih tersebut.Personel yang terlibat berasal dari Koramil 1311-04/Lembo, Yonif TP 825/GYS, Brimob Kompi I Batalyon C, Polres Morowali Utara, Polsek Lembo, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, serta masyarakat sekitar pasar. Mereka bergotong royong membersihkan sampah yang berserakan dan menumpuk di lokasi penampungan sementara pasar.

Kapolres Morowali Utara AKBP Reza Khomeini menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan sekaligus respons atas keluhan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, tim gabungan mengerahkan satu unit alat berat ekskavator, lima unit dump truck, serta dua unit dump truck tambahan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali Utara untuk mengangkut tumpukan sampah yang selama ini menumpuk di belakang pasar.

Menurut Kapolres, persoalan sampah di Pasar Ponteoa bukan hanya menimbulkan pencemaran lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat akibat berkembangnya lalat dan nyamuk sebagai penyebar penyakit. Karena itu, melalui Gerakan Indonesia Asri, pihaknya berharap kawasan pasar menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik.AKBP Reza Khomeini juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan dukungan nyata Polri terhadap program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia Asri.

Mau ke Indonesia? Ini Dokumen dan Persyaratan yang Harus Dipenuhi

Program tersebut bertujuan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan, kelestarian, dan keindahan lingkungan secara berkelanjutan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.Sementara itu, salah seorang pedagang yang tokonya berada tepat di samping lokasi penampungan sementara sampah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Morowali Utara, TNI, serta instansi terkait yang telah melakukan pembersihan di kawasan pasar. Menurutnya, keberadaan tumpukan sampah selama ini sangat mengganggu kenyamanan pedagang maupun pembeli yang datang berbelanja.

Melalui kegiatan Gerakan Indonesia Asri ini, diharapkan persoalan sampah di Pasar Ponteoa Beteleme dapat tertangani dengan lebih baik. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman demi mendukung pertumbuhan ekonomi serta kualitas hidup masyarakat Kabupaten Morowali Utara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement