PALU, RADAR SULAWESI – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid mengatakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah menjadi momentum untuk memberikan pengabdian terbaik bagi daerah.
Anwar Hafid dalam upacara peringatan HUT ke-62 Sulteng di Palu, Senin, menyampaikan bahwa Sulawesi Tengah sebagai “ibu” telah melahirkan sekitar 3,7 juta penduduk, 13 kabupaten/kota, 157 kecamatan, serta 2.048 desa dan kelurahan.
Ia mengatakan sebagai “anak”, seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk membalas jasa daerah dengan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen, mulai dari gubernur, bupati, camat, kepala desa, aparat TNI-Polri, hingga masyarakat umum untuk bersama-sama mencintai dan mengabdi kepada daerah.
Menurut dia, pola pengabdian yang bersifat normatif harus ditinggalkan karena tidak akan mampu mendorong kemajuan daerah.
“Sudah saatnya kita meninggalkan pola pengabdian yang normatif. Daerah ini tidak akan maju jika kita hanya berpikir untuk kepentingan jabatan atau periode semata,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa seluruh pihak, mulai dari pejabat pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat umum, harus memiliki komitmen yang sama dalam membangun daerah.
Ia mengungkapkan, saat ini masih terdapat sekitar 331 ribu warga Sulawesi Tengah yang hidup dalam kondisi kurang beruntung, serta sekitar 80 ribu rumah tidak layak huni yang tersebar di 13 kabupaten/kota.
Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dengan kondisi kehidupan yang memprihatinkan, sehingga membutuhkan perhatian dan bantuan dari semua pihak.
“Kondisi ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari kita bergandengan tangan untuk membantu saudara-saudara kita yang belum beruntung,” katanya.
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan tidak cukup dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama dan kekompakan seluruh elemen masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan solidaritas demi kesejahteraan bersama.
Menurut dia, Sulawesi Tengah merupakan rumah besar bagi seluruh masyarakat, sehingga setiap individu memiliki kewajiban untuk menjaga dan membangun daerah tersebut.
“Kita harus bekerja sama, bukan hanya bekerja sendiri-sendiri, untuk menyelesaikan persoalan besar ini,” katanya.
Gubernur berharap momentum peringatan HUT ke-62 Sulawesi Tengah menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan kesejahteraan yang merata di seluruh wilayah provinsi tersebut.
Dengan semangat persatuan dan gotong royong, ia mengharapkan berbagai tantangan pembangunan di Sulawesi Tengah dapat diatasi secara bersama-sama. (*/Ury)

Komentar