TENTENA RADAR SULAWESI, Id – Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tentena meminta PT Poso Energi meninjau kembali pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dinilai berdampak pada terjadinya banjir di sejumlah desa di sekitar Danau Poso. Permintaan tersebut disampaikan menyusul banjir yang terjadi pada Rabu dini hari (27/5/2026) di beberapa wilayah pinggiran Danau Poso.
GMKI Tentena menilai bencana tersebut membawa dampak besar bagi masyarakat, mulai dari rumah warga yang terendam air hingga kerusakan lahan pertanian dan perkebunan.Sekretaris Cabang GMKI Tentena, Yundria Bou, dalam rilis yang diterima redaksi menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang dialami warga terdampak banjir. Ia menegaskan bahwa situasi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah daerah maupun perusahaan terkait.
“Kami sangat prihatin atas bencana banjir yang terjadi di sejumlah desa di pinggiran Danau Poso. Dampaknya sangat besar terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari rumah yang terendam, kerusakan kebun dan sawah, hingga terganggunya aktivitas serta sumber pendapatan warga,” ujar Yundria Bou. GMKI Tentena juga meminta pemerintah daerah bersama pihak terkait segera turun langsung ke lapangan guna melihat kondisi masyarakat serta memberikan bantuan dan solusi nyata bagi warga terdampak banjir.
Selain itu, organisasi mahasiswa tersebut berharap pelaksanaan TMC ke depan lebih memperhatikan waktu pelaksanaan dan dampak yang dapat ditimbulkan bagi masyarakat sekitar Danau Poso. Menurut mereka, penanganan yang serius diperlukan agar masyarakat tidak terus dirugikan.Pengurus BPC GMKI Tentena, Jeremi Parewa dan Ruben Sandante, menyebut banjir yang terjadi di Desa Salukaia pada Rabu malam sekitar pukul 02.00 WITA menyebabkan puluhan rumah warga terendam air. Bahkan ketinggian air disebut hampir mencapai jendela rumah warga.“Kami juga memantau banjir serupa terjadi di Desa Tonusu dan Desa Saojo. Selain rumah warga, kebun dan sawah masyarakat juga mengalami kerugian akibat dampak operasi modifikasi cuaca,” kata Jeremi dan Ruben.
GMKI Tentena mengakui bahwa operasi TMC yang dilakukan PT Poso Energi bertujuan menjaga debit air Danau Poso untuk mendukung pasokan listrik dan mengantisipasi dampak kekeringan akibat El Nino. Namun demikian, mereka menilai perusahaan tetap harus bertanggung jawab terhadap dampak yang dirasakan masyarakat.Menurut mereka, pihaknya juga menerima laporan dari petani cokelat dan durian di wilayah Pendolo terkait gugurnya bunga tanaman produksi akibat kondisi cuaca yang terjadi belakangan ini. Selain itu, data yang dihimpun GMKI Tentena mencatat sekitar 70 rumah di Desa Salukaia terdampak banjir.Kepala Desa Salukaia, Evi Sowolino, berharap pelaksanaan TMC dapat lebih diperhatikan dan diatur waktunya agar tidak memperparah kondisi banjir di wilayah mereka. Ia meminta semua pihak mempertimbangkan tingginya curah hujan yang terjadi saat ini demi keselamatan warga.
GMKI Tentena berharap pemerintah daerah dan PT Poso Energi segera mengambil langkah evaluasi terhadap pelaksanaan TMC serta memperkuat penanganan bagi warga terdampak banjir. Mereka menilai keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat di sekitar Danau Poso harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.











Komentar