LUWUK, RADAR SULAWESI — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai membekali 226 mahasiswa peserta Praktik Kerja Profesi (PKP) Angkatan XIX Tahun 2026 sebelum diterjunkan ke dunia kerja.
Pembekalan berlangsung di Ballroom Hotel Swiss-Belinn Luwuk, Minggu 18 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang di tengah transformasi digital.
Mengusung tema “PKP Berdampak: Membentuk Mahasiswa Kreatif, Adaptif, Inovatif dan Berdaya Saing Global untuk Menjawab Tantangan Dunia Kerja di Era Transformasi Digital”, kegiatan tersebut dibuka Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai, Dr. Sutrisno K. Djawa, MM.
Hadir dalam kegiatan itu Wakil Rektor III Dr. Kisman Karinda, M.Si., Wakil Rektor IV Suma K. Saleh, M.Pd., Dekan FEB Dr. Wahyudin Rahman, tim supervisi serta dosen pembimbing lapangan (DPL) PKP.
Acara dipandu Satriani Haluti, S.Ak., M.Ak., diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya dan Mars Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai. Doa dipimpin Iksan Abdul Tajak, S.E., M.M.
Dalam laporannya, Ketua Panitia PKP Angkatan XIX, Yusni, S.E., M.Ak., mengatakan PKP merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa sekaligus bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan program akademik.
Menurutnya, PKP tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memenuhi tuntutan perkuliahan. Program tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan teori dan konsep yang telah dipelajari ke dalam situasi kerja nyata.
Melalui PKP, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung di lingkungan kerja, memperluas wawasan profesional serta memperkuat keterampilan manajerial dan komunikasi sesuai bidang ilmu masing-masing.
Sementara itu, Rektor Unismuh Luwuk Banggai, Dr. Sutrisno K. Djawa, mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Menurut Sutrisno, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi serta beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat.
Ia mengatakan mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan yang akan melanjutkan peran generasi saat ini. Karena itu, persiapan menghadapi masa depan tidak cukup hanya dengan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus disertai kreativitas dan kemampuan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.
“Perkembangan teknologi telah mengubah pola ekonomi dan cara kita bekerja, misalnya munculnya ekonomi berbagi di era digital,” ujarnya.
Sutrisno juga menjelaskan pentingnya kemampuan holistik dalam menghadapi berbagai persoalan. Menurutnya, hal tersebut mencakup pemahaman mengenai hubungan manusia dengan Allah SWT maupun hubungan antarsesama manusia.
Dalam penyampaiannya, ia turut memperkenalkan tiga pendekatan keilmuan dalam memahami persoalan, yakni bayani, burhani dan irfani. Pendekatan bayani berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, burhani menggunakan penalaran dan argumentasi, sedangkan irfani menekankan penghayatan terhadap makna yang lebih mendalam.
Ia berharap mahasiswa mampu menggabungkan pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan kemampuan berpikir kritis dan bekerja sama. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya siap menjalani PKP, tetapi juga memiliki bekal untuk menghadapi dinamika dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Setelah mengikuti pembekalan, sebanyak 226 mahasiswa peserta PKP Angkatan XIX akan mulai diterjunkan ke tempat praktik masing-masing pada Senin 19 O Oktober 2026. ***











Komentar