SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

Pelatihan SIMFONI PPA Versi 3 Perkuat Pencatatan dan Pelaporan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Morut

MORUT RADAR SULAWESI, Id – Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak melalui Aplikasi SIMFONI PPA Versi 3 Tahun 2026 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2KBP3AD) Kabupaten Morowali Utara, Alno Berniat Sanampe, SKM., M.Kes. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Bougenville, Kota Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara, Kamis (1/10/2026).

Dalam sambutannya, Alno Berniat Sanampe menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya yang terjadi dalam lingkungan rumah tangga. Menurutnya, penanganan kasus kekerasan bukan sekadar tugas sosial, tetapi juga merupakan bagian dari standar mutu pelayanan publik pemerintah. Hal tersebut sejalan dengan amanat peraturan perundang-undangan, termasuk UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT), serta UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.“Negara hadir untuk menjamin hal itu,” terang Alno dalam sambutannya.

Ia menegaskan, manajemen pencatatan dan pelaporan kasus menjadi salah satu pondasi utama dalam memenuhi indikator pelayanan publik. Melalui pencatatan yang baik, pemerintah dapat memastikan responsivitas dan kecepatan layanan, akuntabilitas serta kepastian hukum, kemudahan akses dan transparansi layanan, perlindungan serta kerahasiaan korban, hingga tersedianya data yang terintegrasi. Data yang akurat dan terintegrasi, lanjutnya, juga menjadi dasar penting dalam melakukan evaluasi terhadap pelayanan sekaligus menyusun kebijakan yang lebih tepat dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Morowali Utara.

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala DP2KBP3AD Alno Berniat Sanampe sebagai salah satu narasumber. Selain itu, turut hadir dua narasumber dari UPTD PPA Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Dista Sari, S.I.P., dan Alya Azzura, S.Psi. Keduanya memberikan materi terkait pencatatan, pelaporan, serta pemanfaatan aplikasi SIMFONI PPA Versi 3.

Dialog Kebangsaan Hari Santri, Bupati Delis Tekankan Pentingnya Persatuan dalam Keberagaman

Pelatihan diikuti sebanyak 35 peserta yang merupakan garda terdepan dalam penanganan kasus di lapangan. Kegiatan ini secara khusus bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan SIMFONI PPA sebagai sistem informasi online berbasis manajemen kasus yang digunakan untuk pencatatan, pemantauan, dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak secara terintegrasi.

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan kapasitas para petugas dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kasus semakin meningkat, sehingga penanganan korban dapat dilakukan secara cepat, tepat, aman, dan terintegrasi. Pemerintah Kabupaten Morowali Utara juga diharapkan terus memperkuat sistem pelayanan dan perlindungan bagi perempuan dan anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada perlindungan korban

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement