SCROLL KE BAWAH UNTUK MELIHAT LEBIH BANYAK KONTEN

Bangun Bangkep Tak Harus dari Luar Daerah, Rektor Unismuh Luwuk Dorong Kolaborasi Kampus Lokal

Dr. Sutrisno K Djawa

LUWUK, RADAR SULAWESI — Kabupaten Banggai, Banggai Laut (Balut) dan Banggai Kepulauan (Bangkep) memiliki perguruan tinggi lokal yang dinilai dapat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi lokal dinilai perlu diperkuat, terutama dalam menghasilkan riset dan inovasi yang benar-benar sesuai dengan potensi serta kebutuhan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai, Dr. Sutrisno K. Djawa, saat mengapresiasi langkah Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidadi, yang membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi lokal.

Menurut Sutrisno, langkah tersebut merupakan pilihan strategis. Sebab, perguruan tinggi lokal memiliki kedekatan dengan daerah, sehingga lebih memahami karakteristik, potensi, sekaligus berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi lokal, khususnya di bidang riset dan inovasi,” ujar Sutrisno saat menghadiri kegiatan penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mobilisasi Berkemajuan (KKN-MB) Angkatan XL di Rumah Makan ER Mahasintoka, Jumat (28/8/2026).

Morowali Utara Terbaik II Layanan Pendidikan se-Sulawesi, Raih Insentif Rp1,5 Miliar

Ia mengungkapkan, komitmen membangun kolaborasi tersebut telah diwujudkan melalui kerja sama antara Unismuh Luwuk dan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Kita (Unismuh, red) sudah ada MoU dengan Pemda Bangkep, karena Bupati inginnya berkolaborasi dengan perguruan tinggi lokal,” ucapnya.

Menurut Sutrisno, kerja sama tersebut memiliki ruang yang cukup luas untuk dikembangkan. Tidak hanya menyangkut pendidikan, tetapi juga riset dan inovasi di sektor-sektor yang menjadi potensi utama Banggai Kepulauan.

Sektor pariwisata dan kelautan, misalnya, dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kajian akademik yang melibatkan perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Bagi Sutrisno, sinergi tersebut harus dibangun sebagai sebuah ekosistem. Pemerintah daerah mendapatkan dukungan keilmuan, sementara perguruan tinggi dapat berkontribusi langsung terhadap penyelesaian persoalan dan pengembangan potensi daerah.

Kapolda Sulteng Hadiri Malam Rama Tama Bersama Pemda Morut, Ini Pesan Dan Kesan

“Kita (kampus dan Pemda, red) harus saling mengangkat. Ekosistem itu yang harus dibangun. Jadi kampus terangkat, daerah dan masyarakatnya juga terangkat,” katanya.

Sutrisno juga menilai sudah waktunya pemerintah daerah mengubah paradigma lama yang cenderung menganggap perguruan tinggi dari luar daerah lebih unggul atau lebih layak menjadi mitra dalam riset pembangunan.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan digitalisasi telah mengubah cara perguruan tinggi membangun jejaring keilmuan. Kolaborasi riset kini dapat dilakukan tanpa harus dibatasi oleh jarak geografis.

“Di era digitalisasi ini, tidak ada lagi paradigma bahwa riset harus menggunakan perguruan tinggi di luar daerah,” tegasnya.

Justru, kata Sutrisno, perguruan tinggi lokal memiliki keunggulan karena berada lebih dekat dengan masyarakat.

Letkol Inf Baja Sirait Raih Juara I LKJ TMMD ke-129

Kedekatan tersebut membuat perguruan tinggi lokal memiliki pemahaman yang lebih kontekstual mengenai potensi maupun persoalan yang ada di daerah.

“Justru kita di lokal lebih substansi karena kita lebih dekat, lebih memahami potensi daerah. Intinya kita lebih paham dari perguruan tinggi di luar sana,” pungkasnya.

Kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi lokal diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan kerja sama. Lebih dari itu, sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan riset, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan secara nyata.

Dengan pola kolaborasi tersebut, perguruan tinggi lokal tidak hanya menjadi tempat mencetak sumber daya manusia, tetapi juga dapat mengambil posisi sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakatnya sendiri. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement