LUWUK, RADAR SULAWESI – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai, Dr. Sutrisno K Djawa, menyampaikan sejumlah pesan kepada mahasiswa Magang Kerja Mandiri (MKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (Fisip) angkatan ke-XIX.
Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa era digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia.
“Era digital itu penuh disrupsi. Semua proses kehidupan terdistrupsi oleh teknologi digital. Karena itu, kita harus beralih dari kebiasaan konvensional menuju digitalisasi,” ujarnya.
Rektor menjelaskan bahwa program MKM merupakan pintu gerbang bagi mahasiswa untuk mengenal dunia nyata.
“Ini adalah entry point bagi saudara-saudara untuk akrab dengan dunia nyata. Apalagi kalian sudah berada di semester enam dan telah dibekali ilmu pengetahuan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi di tengah masyarakat.
“Tidak hanya pintar di bangku kuliah, tetapi juga harus pintar di tengah masyarakat. Minimal, kehadiran kalian harus memberi dampak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor menyinggung ketidakpastian di era saat ini yang dikenal sebagai era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).
“Kita tidak tahu kapan perubahan datang dan berakhir. Seperti peristiwa Covid-19, yang menuntut kita cepat bertransformasi,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), robotik, dan big data.
“Ke depan, semua akan terintegrasi dalam satu data. Bahkan, untuk berbagai keperluan cukup menggunakan KTP karena sudah masuk dalam sistem satu data,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor turut mengingatkan pentingnya nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat, merujuk pada semangat pendirian Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan.
“Beliau mendirikan Muhammadiyah dengan misi teologi Al-Ma’un, yaitu kepedulian terhadap kaum lemah dan miskin,” katanya.
Rektor juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Di era sekarang, jangan ada ego sektoral. Kita harus berpikir global agar mampu bersaing secara nasional dan internasional,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya integritas dan kepercayaan.
“Hal paling penting adalah trust atau kepercayaan. Sekali kita berbohong, sangat sulit untuk mendapatkan kepercayaan kembali,” tegasnya.
Dalam konteks pengabdian masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menggali permasalahan dan menawarkan solusi.
Rektor mencontohkan masih tingginya angka putus sekolah di beberapa daerah.
Ia juga menyinggung persoalan stunting yang masih tinggi serta upaya Muhammadiyah dalam menjawab tantangan tersebut melalui pembukaan program studi gizi.
“Perubahan dimulai dari peningkatan sumber daya manusia. SDM adalah kunci,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Rektor berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater serta membangun jaringan.
“Jaga almamater Unismuh, bangun networking, karena dari jaringan itu insya Allah akan membuka peluang rezeki,” pungkasnya. ***

Komentar