LUWUK, RADAR SULAWESI – Sebanyak 101 Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan (Fisip) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk mengikuti pembekalan Magang Kerja Mandiri (MKM) angkatan ke-XIX tahun akademik 2026.
Di buka secara resmi oleh Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K Djawa, pembekalan MKM kali ini mengusung tema “Magang Berdampak di Era Digital”, berlangsung di Aula Pasca Sarjana Unismuh Luwuk, pada Sabtu (18/4).
Dalam laporan Ketua Panitia MKM, Ririn Batjo, mengatakan sebanyak ratusan peserta ini akan di tempatkan di empat Kabupaten.
“Di antranya Kabupaten Banggai, Banggai Laut, Banggai Kepulauan dan Morowali,” katanya.
Ia merincikan sebaran di Kabupaten Banggai, di tempatkan di Kecamatan Nambo, Luwuk Timur, Balantak, Pagimana dan Batui.
Di Banggai Kepulauan, mahasiswa disebar di Desa Baka serta di tempatkan di Kecamatan Buko. Sementara itu, di Kabupaten Morowali, Desa Kolo Atas.
Dekan Fisip Unismuh Luwuk, Fadli Sandewa, dalam sambutannya menyampaikan pembekalan MKM ini bukan hanya sekadar ajang serimonial. Melainkan kesempatan untuk mengetahui bagaimana kondisi di lapangan nanti.
Menurut Fadli, ini merupakan starting poin (poin awal) bagi mahasiswa untuk mengenal kondisi sebelum diturunkan di lapangan saat bekerja.
Dalam dunia kerja, mahasiswa tidak hanya dituntut secara akademik. Tapi, bagaimana mahasiswa bisa menjaga attitude atau etika.
Ini merupakan tantangan bagi mahasiswa, apalagi hidup di era modern digital, di mana informasi apapun bisa didapatkan secara cepat.
Maka untuk bisa mengimbangi hal tersebut, Fadli menyampaikan beberapa pesan. Ia menegaskan bahwa mahasiwa dituntut untuk bisa berkolaborasi serta kreatifitas. Baik sesama rekan kerja, mahasiswa hingga masyarakat.
Selain itu, mahasiswa dituntut harus mampu membangun komunikasi agar dapat bersosialisasi langsung di tengah masyarakat.
Mahasiswa MKM juga diingatkan agar nanti tidak segan-segan atau takut untuk bertanya kepada para Dosen terhadap persoalan yang ada.
“Jangan malu bertanya sesuatu, sebab Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) siap membantu untuk menyelesaikan problem dan memberikan solusi,” katanya.
Fadli juga menekankan agar mahasiswa terus menggali soft skill (potensi diri) maupun meningkatkan kapasitasnya dalam menjalankan program kerja.
Program MKM ini diharapkan bisa berdampak, atau memiliki luaran yang nantinya akan mendorong pembuatan artikel. Hal ini, kata dia, sangat penting untuk bisa mendorong status program studi (Prodi) kedepan nanti.
” Oleh karena itu, teman-teman diharapkan tidak hanya membawa pengalaman saja, tetapi justru membawa sebuah harapan untuk perubahan,” ungkapnya.
Diakkhir sambutannya, Fadli menegaskan agar mahasiswa dapat menjaga marwah perguran tinggi.
“Selama berada di lapangan nanti, mahasiswa harus mampu menjaga al-mamaternya,” cetusnya. ***

Komentar